Meski Cidera, Amira Mampu Meraih Juara III di Kategori Estafet Mix dan 400 Meter Pontianak Atletik Open

PONTIANAK-Amira Syauqia pelajar SD Mujahidin Pontianak berhasil menyabet juara III di kategori estafet mix dan nomor 400 meter kelas 4-6 SD di Pontianak Atletik Open 2026 yang dilangsungkan di Lintasan Atletik Stadion Sultan Syarif Abdurahman, Sabtu 25 April 2026. Keberhasilan ini membawa nama SD Mujahidin Pontianak sebagai salah satu penelur atlet pelari masa depan.

Keberhasilan Amira untuk meraih juara tiga penuh dengan perjuangan. Di event kali ini, dia turun di kategori nomor 60 meter, estafet mix dan nomor 400 meter kelas 4-6 SD. Bermain di nomor 60 meter, di babak penyisihan dia belum berhasil memberikan yang terbaik.

Namun di kategori estafet mix dia yang mewakili klub CRC Pontianak mampu bermain baik. Di penyisihan, timnya berhasil meraih juara 2. Alhasil, dinyatakan lolos dan berhak bermain di babak final.

Di babak final, saingannya juga tak main-main. Pelari se Kota Pontianak dengan tubuh yang besar dan didominasi anak-anak kelas 6 SD, nyatanya tak menyurutkan semangat Amira untuk memberikan prestasi terbaiknya. Di babak final itu, dia bersama rekannya  berhasil meraih juara 3 untuk ketagori estafet.

Kemudian di babak final kategori 400 meter putri, terdapat sebelas pelari terbaik di lintasan. Di lomba kategori ini, ketahanan tubuh menjadi utama. Ketika pluit start ditiup, para pelari langsung menggenjot tenaga dengan berlari kencang di lintasan masing-masing.

Amira sendiri di awal start justru tertinggal jauh. Bahkan dia sempat berada di posisi 10 dari 11 pelari. Bahkan jarak dia dengan pelari nomor 1 jauh puluhan meter ke depan.

Namun dia tak menyerah. Perlahan satu persatu pelari berhasil diselipnya. Tersisa 150 meter jelang finish, Amira justru semakin kencang. Persaingan sengit ketika menginjak di jarak 100 meter mendekati garis finish.

Pelari yang tadinya di urutan pertama, justru semakin kendor. Tenaga juga semakin habis. Di saat itu, Amira mampu menyalip pelari tersebut. Tak jauh dari Amira, terdapat pelari di posisi dua, saingan cukup ketat, namun ketika menginjak garis finish, posisinya begitu tipis. Alhasil, Amira berhasil meraih juara 3 dikategori bergengsi ini. Setelah usai pelombaan, air matanya tak bisa dibendung. Cidera kaki yang didapat usai menjalani seharian lomba betul-betul menjadi bukti perjuangannya di lintasan atletik.

Peluang Amira untuk terus memberikan prestasi bagi sekolahnya di cabang olahraga atletik masih terbuka lebar. Sebab usianya masih muda. “Saya harus semangat latihan. Tidak boleh kendor. Berbagai kejuaraan yang saya ikuti ini juga melatih mental berlomba saya,” katanya.(**)