Lima Pelajar SD Mujahidin Menang Lomba Cerdas Cermat Cagar Budaya
PONTIANAK-Semarak hari kemerdekaan Republik Indonesia begitu meriah di lingkungan Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Pontianak. Rangkaian hari kemerdekaan yang sudah dibuat selama beberapa hari ini, puncaknya semakin terasa saat Karnaval HUT RI ke 80. Terdapat kurang lebih dua ribuan pelajar ikut serta. Di sana, mereka menjaga semangat dan cinta terhadap Indonesia.
Sejak pagi, pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, MTS, SMA dan MA Mujahidin Pontianak telah berkumpul di halaman sekolah. Keberadaan mereka di sana, guna mengikuti kegiatan karnaval HUT RI ke 80.
Berbagai kostum dikenakan para pelajar Mujahidin Pontianak. Ada kostum pahlawan, baju khas, sampai kostum berbagai macam profesi. Kesemua dikenakan para siswa Mujahidin Pontianak di karnaval itu dengan semangat. Tak lupa, balutan warna bendera kebangsaan menambah kemeriahaan rangkaian kegiatan puncak hari kemerdekaan yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat.
Kegiatan karnaval HUT RI ke 80 itu dilepas langsung oleh Ketua Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat, Mulyadi. Kurang lebih ada dua ribuan orang ikut serta. Kesemuanya membawa semangat yang sama. Semangat mencintai Indonesia.
“Kegiatan karnaval ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan HUT RI ke 80 yang diadakan di lingkungan Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Kalbar. Sebelum kegiatan karnaval, kami juga mengadakan banyak rangkaian acara,” ujar Mulyadi kepada Pontianak Post, kemarin.
Tujuan dari kegiatan ini, ingin menanamkan nilai perjuangan serta pendidikan karakter pada siswa Mujahidin. Sebelumnya, ada banyak rangkaian kegiatan diadakan. Mulai dari pelaksanaan upacara kemerdekaan, kemudian dilanjutkan berbagai kegiatan anak-anak, mulai dari lomba melukis, mewarnai sampai pada pertunjukan keterampilan seni dan budaya. “Kami sediakan ruang berekspresi bagi siswa. Mereka menampilkan berbagai macam keahlian masing-masing,” ujarnya.
Pada kesempatan itu pihaknya juga memberikan bantuan biaya gratis sekolah dari awal hingga mereka tamat di sekolah Mujahidin. Bantuan itu diberikan kepada 20 siswa kurang mampu, yang dibagi sesuai jenjangnya. Dikegiatan ini, dia juga mendapat banyak support dari pihak luar. Salah satunya, Anggota DPD RI Erlinawati.
Kegiatan seperti ini ke depan akan tetap berjalan. Sebab banyak nilai positif bisa dipelajari oleh siswa Mujahidin. Salah satunya mencintai negeri ini serta menghormati perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia. “Kita akan memperkuat ini. Nanti anak-anak juga kita kenalkan foto para pahlawan-pahlawan. Sekarang saya lihat, pengenalan tokoh kemerdekaan sudah mulai pudar. Makanya ini mau kita kuatkan lagi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mulyadi menambahkan ke depan kegiatan klasmeting akan kembali digaungkan. Dengan adanya klasmeting, anak-anak juga bisa memiliki ruang dalam berkreasi. Tujuannya juga menyeimbangkan antara akademik dan prestasi non akademik.(**)